Yakin menang, padahal sudah selesai
Pasukan-pasukan berkumpul di Harmagedon, yakin akan menang. Mereka sudah selesai — mereka hanya belum menyadarinya. Jarak antara seberapa yakin seseorang merasa dan seberapa kokoh sebenarnya tanah di bawahnya itu layak direnungkan, sebab jarang terlihat jelas dari dalam.
Mudah untuk berasumsi ini hanya soal kepercayaan diri palsu orang lain. Ada baiknya mengarahkan pertanyaan ini kembali kepada dirimu sendiri.
Harmagedon sendiri juga layak dilihat lebih dekat. Ia bukan kode samar untuk kekacauan kosmis secara umum — ia menunjuk pada sebuah gunung sungguhan yang menghadap Lembah Yizreel, Megido, sebuah tempat nyata di mana pasukan-pasukan sungguhan bertempur dalam pertempuran nyata yang tercatat secara historis selama berabad-abad. Detail itu penting: kemenangan akhir Allah tidak digambarkan sebagai peristiwa abstrak dan asing yang terjadi di suatu tempat yang tidak tentu, melainkan sebagai Allah yang sama yang sudah memenangkan kemenangan-kemenangan nyata dan konkret sepanjang sejarah, melakukannya lagi, di atas tanah yang masih bisa kamu kunjungi. Kecemasan samar tentang “akhir dari segalanya” adalah hal yang sangat berbeda dari mempercayai Allah dengan rekam jejak yang nyata.
Pertanyaan untuk direnungkan
- Di manakah kamu sekarang seyakin pasukan-pasukan itu — percaya diri berdiri di atas tanah yang kokoh — tanpa benar-benar memeriksa dari apa tanah itu terbuat?
- Seperti apa bentuknya minggu ini untuk menguji kepercayaan diri itu dengan jujur, alih-alih menunggu untuk mengetahuinya dengan cara yang sulit?
- Apakah gambaranmu tentang bagaimana kisah ini berakhir dibangun di atas kecemasan samar akan hal yang tidak diketahui, atau di atas rekam jejak konkret dan historis dari Allah yang sudah memenangkan pertempuran-pertempuran nyata sebelumnya? Apa yang dibutuhkan untuk beralih dari yang satu ke yang lain?
Doa
Allah atas sejarah, Engkau telah memenangkan pertempuran nyata di tempat-tempat nyata, dan Engkau akan memenangkan pertempuran terakhir. Tunjukkan kepadaku di mana keyakinanku berdiri di atas dasar yang tidak pernah kuperiksa, dan gantilah ketakutanku yang samar tentang akhir zaman dengan kepercayaan kepada-Mu. Amin.