Dari cawan mana kamu minum?
Perempuan sundal itu memukau, berhiaskan perhiasan yang seharusnya menjadi milik sang mempelai, menjanjikan kemakmuran kepada siapa pun yang mau minum dari cawannya — dan tidak sedikit orang di dalam gereja sendiri yang tertipu oleh pertunjukan itu. Dia tidak terlihat jelas jahat. Dia terlihat jelas menarik, dan itulah yang menjadi bahaya sesungguhnya.
Seluruh tawaran Babel adalah bahwa kamu bisa mendapatkan berkat tanpa kepemilikan — upah tanpa hubungan yang seharusnya menjadi sumbernya. Tawaran itu masih terus dibuat, hanya jarang dengan label nama yang jelas.
Pertanyaan untuk direnungkan
- “Cawan” apa yang sedang ditawarkan kepadamu sekarang, yang menjanjikan semacam berkat tanpa menuntut kesetiaan sungguhan kepada Yesus sebagai balasannya?
- Bagaimana kamu akan membedakan, dalam hidupmu sendiri, antara panggilan sang mempelai dan tawaran perempuan sundal itu, jika keduanya sama-sama menarik minggu ini?
Doa
Tuhan Yesus, Engkau menginginkan diriku, bukan hanya keinginanku akan berkat. Ketika cawan upah yang mudah disodorkan kepadaku, berilah aku hikmat untuk melihat harganya dan kasih untuk tetap tinggal bersama-Mu. Jadikanlah aku setia sebagai mempelai-Mu. Amin.