Manis di mulut, sulit ditelan
Masa-masa sulit bisa meretakkan hampir apa saja kecuali hati yang terpaut pada hal yang salah — jadi penghakiman saja tidak akan pernah cukup. Yang justru menerobos adalah sebuah gulungan kitab yang harus dimakan Yohanes: sesuatu yang benar tentang Allah sendiri, manis di mulut dan sulit ditelan, yang butuh waktu untuk benar-benar dicerna, bukan sekadar didengar.
Beberapa kebenaran tentang Allah memang seperti itu — mudah untuk disetujui, lambat untuk benar-benar mengubahmu, sebab menyetujui sesuatu dan membiarkan hal itu menata ulang hidupmu adalah dua tindakan yang berbeda.
Pertanyaan untuk direnungkan
- Kebenaran apa tentang Allah yang akan kamu katakan kamu percayai, tetapi belum benar-benar kamu cerna — sesuatu yang cepat kamu setujui tetapi jarang benar-benar mengubah sebuah keputusan nyata?
- Seperti apa bentuknya minggu ini untuk duduk merenungkan kebenaran itu cukup lama sampai ia berhenti menjadi sekadar gagasan?
Doa
Tuhan, kebenaran-Mu manis dan kadang sulit ditelan. Jangan biarkan aku hanya menyetujui apa yang kuketahui tentang Engkau, tetapi biarlah itu mengubah keputusan-keputusanku. Berilah aku waktu dan kesabaran untuk mencerna firman-Mu sampai ia membentuk hidupku. Amin.