Penderitaan saja tidak akan mengubah hatimu
Makanan gagal, air menjadi pahit, keamanan lenyap — dan orang-orang justru semakin erat berpegang pada berhala-berhala mereka, bukan semakin longgar, bahkan ketika berhala-berhala yang sama itu merenggut sisa-sisa harapan mereka. Penderitaan saja tidak pernah cukup untuk mengubah hati manusia. Ada hal lain yang harus terjadi lebih dahulu: kesediaan untuk benar-benar mendongak.
Itu layak diingat sebelum kamu berasumsi bahwa masa sulit akan secara otomatis membuatmu (atau seseorang yang kamu kasihi) lebih terbuka kepada Allah. Tidak begitu cara kerjanya dengan sendirinya — tekanan lebih sering menyingkapkan apa yang sudah kamu pegang erat, ketimbang melonggarkan genggamanmu.
Pertanyaan untuk direnungkan
- Pikirkan sebuah masa sulit dalam hidupmu sendiri. Apakah itu melonggarkan genggamanmu pada apa pun yang kamu andalkan selain Allah, atau justru membuatmu semakin erat berpegang?
- Adakah sesuatu yang akan tetap kamu pegang erat bahkan jika ia terus-menerus mengecewakanmu, semata-mata karena melepaskannya terasa lebih menakutkan daripada kegagalan itu sendiri?
Doa
Tuhan, kesulitan saja tidak mengubah hatiku; hanya Engkau yang dapat. Tunjukkan kepadaku apa yang terus kupegang erat meskipun itu mengecewakanku, dan berilah aku keberanian untuk melepaskannya dan memandang kepada-Mu. Amin.