Rahasia Tiga Setengah Tahun Akhir Zaman

Waktu membaca: 4 menit

Kitab Wahyu penuh dengan rentang waktu yang aneh — 1260 hari, 42 bulan, dan seterusnya. Apa artinya semua ini, dan haruskah dipahami secara harfiah?

Anda Sebaiknya Membaca Terlebih Dahulu

Sedikit Matematika

Dalam Kitab Wahyu, pasal 11 hingga 13, ada empat tempat yang menyebutkan rentang waktu yang berbeda-beda.

WaktuRujukan
42 bulanpelataran luar bait Allah diserahkan kepada bangsa-bangsa lain
1260 haripara saksi bernubuat
1260 hariperempuan itu dipelihara di padang gurun
3,5 masaperempuan itu dipelihara di padang gurun
42 bulanbinatang pertama itu menghujat

Jadi sebenarnya ada tiga ungkapan waktu yang berbeda di sini — yang ketiga, “3,5 masa,” secara harfiah disebut “satu masa, dua masa, dan setengah masa.” Jika kita mengandaikan satu bulan terdiri atas 30 hari, ketiganya menghasilkan panjang yang sama: 1260 hari = 42 bulan = 3,5 tahun = 3,5 masa.

Hal itu memunculkan tiga pertanyaan yang layak diajukan sebelum kita melangkah lebih jauh. Apakah masa-masa ini berurutan satu demi satu, ataukah menggambarkan aktivitas-aktivitas yang paralel dan tumpang tindih? Apakah maknanya bersifat simbolis, ataukah harfiah sebagai durasi yang persis? Dan mengapa teks ini berpindah-pindah satuan — hari, bulan, “masa” — alih-alih menggunakan satu satuan saja?

Untuk menjawab semua itu, pertama-tama kita perlu memahami latar belakangnya dalam Perjanjian Lama.

Elia dan Kekeringan (1 Raja-raja 16/29–18/35)

Raja Ahab dari Israel menikahi Izebel dari Sidon, sebuah kota di utara Israel, dan perempuan itu membawa serta penyembahan kepada Baal dan Asyera — dewa-dewa kesuburan, yang dipercaya menjanjikan banyak anak, hasil panen yang baik, dan tentara yang kuat. Tetapi hampir semua itu bergantung pada satu hal: hujan yang cukup.

Maka Allah mengutus Elia untuk memaklumkan kekeringan yang berlangsung selama 3,5 tahun, dan selama itu Elia diberi makan oleh burung-burung gagak. Kemudian, ia pergi kepada seorang janda di Sidon, yang anaknya yang sekarat ia selamatkan, dan perempuan itu pun percaya kepada Allah — seorang yang percaya dibangkitkan justru di wilayah asal Izebel sendiri.

Setelah campur tangan itu di wilayah asal Izebel, terjadilah pertarungan besar di Gunung Karmel tentang siapa sesungguhnya Allah yang benar. Ujiannya sederhana: Allah yang benar adalah Dia yang dapat membuat api turun dari langit — yang menariknya, mukjizat yang sama juga dilakukan oleh binatang kedua dalam Kitab Wahyu. Seluruh episode ini bergantung pada satu pertanyaan itu: siapakah Allah yang benar?

Minggu Tahun dalam Daniel

Daniel memberi kita 70 minggu, yang terurai menjadi dua setengah-minggu, masing-masing tiga setengah tahun. Setengah-minggu pertama mencakup masa Yesus di bumi, dan yang kedua, mungkin, karya gereja. Perjanjian Yesus sendiri digambarkan diteguhkan dalam minggu ini.

Ketiga setengah tahun ini, dengan demikian, adalah masa ketika Allah diam-diam sedang membangun sesuatu yang akan menggulingkan kerajaan-kerajaan dunia ini.

Apakah Tiga Setengah Tahun dalam Kitab Wahyu

Mari kita telusuri nas-nasnya, dimulai dengan pasal 13, yang menggambarkan tipu daya Iblis. Kapan ini dimulai? Menurut pasal 12, ini dimulai setelah kematian Yesus di kayu salib, ketika Iblis menyadari bahwa ia tidak dapat menghancurkan Israel karena Allah melindunginya — jadi, pada dasarnya, tepat setelah Yesus mati. Kapan ini berakhir? Tidak sampai harus berakhir: hingga Yesus datang kembali.

Pada saat yang sama, perempuan itu dilindungi dari serangan Iblis dan dipelihara di padang gurun. Masa ini dimulai pada saat Yesus menang di kayu salib, dan juga baru berakhir setelah Iblis sendiri disingkirkan — sekali lagi, pada kedatangan Yesus kembali.

Kemudian ada bait Allah, yang tidak lagi digunakan untuk korban persembahan, melainkan sebagai tempat penyembahan. Ini pun dimulai dengan kematian Yesus, dan tidak ada petunjuk bahwa ini akan berakhir sebelum Ia kembali.

Yang tersisa adalah 1260 hari kedua saksi itu, yang pasti mencakup seluruh masa antara kedatangan Yesus yang pertama dan yang kedua. Panjangnya masa ini saja menunjukkan bahwa “kedua saksi” itu sebenarnya bukan dua pribadi, melainkan kemungkinan besar adalah gereja.

Lalu mengapa teks ini berpindah-pindah satuan — di sini hari, di sana bulan? Hari-hari itu menandai masa pemerintahan kedua saksi dan pemeliharaan atas Israel; bulan-bulan itu menandai masa pemerintahan Iblis dan penginjakan pelataran luar bait Allah; dan tahun, atau “masa,” menandai karya Allah yang tersembunyi. Salah satu dugaan adalah bahwa perbedaan ini dimaksudkan untuk menonjolkan 1260 hari gereja yang berlimpah dibandingkan dengan 42 bulan Iblis yang sedikit — meskipun ini memang sekadar dugaan; saya sendiri tidak memiliki jawaban yang pasti. Namun yang jelas ditunjukkan oleh kesejajaran ini adalah: pemerintahan Iblis dan pemerintahan gereja yang diberikan Allah berjalan berdampingan, dan meskipun dunia tampak seolah-olah dikuasai Iblis, gerejalah yang sesungguhnya memegang kendali.