Eksodus dari Mesir: Kisah Sebelumnya
Ketika Israel pertama kali datang ke Mesir, mereka disambut dengan baik. Pada saat berikutnya kita membaca tentang mereka, mereka sudah menjadi budak. Apa yang terjadi di antaranya?
Semuanya Bermula dengan Bangsa Hyksos
Kisah ini dimulai dengan bangsa Hyksos (secara harfiah “penguasa negeri asing”), sebuah kelompok yang pengaruhnya terus bertambah seiring semakin banyak suku Asia — terutama dari Kanaan — berbaur dengan penduduk Mesir. Kehadiran mereka terus tumbuh hingga pada tahun 1720 SM mereka telah menguasai sepenuhnya bagian timur Delta Nil, bahkan memiliki ibu kota mereka sendiri, Avaris.
Dari sana mereka meluas ke selatan, dan pada tahun 1674 SM mereka menaklukkan Memphis, ibu kota Mesir sebelumnya. Bangsa Hyksos dengan demikian membentuk dinasti ke-15 dan ke-16 Mesir, dan di bawah kekuasaan mereka, orang-orang Semit seperti Yusuf dapat naik ke kedudukan yang tinggi.
Jangan Sampai Terulang
Bangsa Hyksos akhirnya dikalahkan sekitar tahun 1550 SM, dan Mesir bertekad untuk tidak pernah lagi membiarkan sebuah “Hyksos kedua” berkuasa. Tekad itulah yang mendorong Firaun untuk terus menjaga orang Israel tetap kecil dan lemah.
Beberapa detail menunjukkan bahwa Yusuf sendiri hidup pada masa bangsa Hyksos:
- Tanah Gosyen, di barat laut Mesir, berada dekat dengan istana pada masa Yusuf berada di sana.
- Israel kemudian dipaksa untuk membangun kota-kota Pitom dan Raamses, yang kemungkinan besar dibangun pada masa Ramses II, yang membangun kembali wilayah timur laut — wilayah yang sama tempat orang Israel akhirnya berangkat keluar.
- Ayah Ramses, Sethos I, membangun sebuah istana musim panas di dekat Avaris, bekas ibu kota bangsa Hyksos. Detail itu juga menjelaskan mengapa Musa dapat begitu cepat ditemukan oleh sang putri: istana itu masih dekat dengan Gosyen.