Cawan-Cawan Murka (Pasal 15-16)
Cawan-cawan murka tercatat sebagai tulah yang terakhir, dan sifatnya paling intens di antara ketiga rangkaian tulah tersebut.
Pertama-tama: bagaimana mungkin Allah yang penuh kasih dipenuhi dengan murka? Ini adalah pertanyaan yang wajar, dan jawaban singkatnya adalah: murka ini merupakan tindakan Allah yang penuh gairah, yang ditujukan kepada hati yang keras, kepercayaan yang salah arah, dan pembungkaman terhadap umat-Nya.
Bagian ini menunjukkan bahwa Allah tidak pernah menyerah. Ia memberikan segalanya yang Ia miliki untuk menarik semua orang ke dalam relasi dengan diri-Nya, namun Ia tetap menghormati pilihan mereka ketika mereka berpaling dari-Nya.
Bagian ini juga adalah tempat Harmagedon disebutkan - bukan suatu tempat, melainkan sebuah prinsip yang berlaku sepanjang Kitab Wahyu: kemenangan pihak yang lemah tak berpengharapan atas pihak yang kuat tak terkalahkan.