Sangkakala-Sangkakala (Pasal 8-9)

Sangkakala-sangkakala ini melanjutkan tepat dari titik di mana meterai-meterai berhenti - meterai terakhir baru saja dibuka.

Semuanya dimulai dengan sebuah pertemuan doa: doa-doa orang kudus, yang dipersembahkan kepada Allah, itulah yang membuat sangkakala-sangkakala itu mulai ditiup. Doa kitalah yang membawa bobot sebesar itu.

Satu per satu, sangkakala-sangkakala ini melucuti setiap rasa aman yang diandalkan manusia - makanan, perdagangan, arah hidup, kesehatan, harapan, kehidupan itu sendiri. Namun bahkan pada saat itu, dalam sangkakala kelima dan keenam, manusia memilih untuk tetap berpegang pada roh-roh jahat yang justru sedang menyiksa mereka, alih-alih berpaling kepada Allah.

detail

Sangkakala-Sangkakala dalam Wahyu
Terakhir diperbarui pada