Wahyu 2–3: Surat Khusus untukmu
Surat Khusus untukmu
Cerita untuk dibacakan: The Letters to the Churches
Alkitab: Wahyu 2–3
Gambarannya
Yesus meminta Yohanes menulis surat — tujuh surat! — untuk tujuh gereja yang berbeda, yaitu kumpulan orang yang mengasihi Yesus dan berkumpul bersama, mirip seperti keluarga gereja kita sendiri. Dan inilah bagian yang indah: setiap surat itu berbeda, karena Yesus mengenal setiap gereja dengan sangat baik. Dia tahu apa yang sudah dilakukan dengan baik oleh masing-masing gereja, dan Dia tahu persis apa yang perlu didengar oleh masing-masing gereja itu.
Yesus melihat kita dengan cara yang sama persis. Dia tidak jauh atau terlalu sibuk. Dia melihatmu — benar-benar kamu — dan Dia tahu persis bagaimana harimu berjalan, apa yang membuatmu bahagia, dan apa yang membuatmu sedikit sedih. Dan sama seperti surat-surat itu, apa pun yang ingin Yesus katakan kepadamu selalu dimulai dengan kasih.
Kalimat Kita
“Yesus menang, dan Dia mengasihi kita.”
Tanyakan: “Apakah Yesus tahu namamu?” (Ya!) “Apakah Yesus melihatmu sekarang?” (Ya!)
Kegiatan
Surat dari Yesus: Berikan setiap anak selembar kertas kecil yang dilipat seperti surat atau amplop kecil. Bantu mereka menulis atau mendiktekan nama mereka di bagian depan (“Untuk: ______”). Di dalamnya, tuliskan (atau minta seorang pembantu menuliskan) satu kalimat sederhana, benar, dan menguatkan untuk anak itu, seperti “Yesus melihatmu dan mengasihimu” atau “Yesus senang kamu ada.” Biarkan setiap anak menghias suratnya dengan stiker, gambar hati, atau gambar krayon.
Pilihan permainan sederhana: Mainkan permainan “tukang pos” yang lembut — anak-anak berjalan berkeliling membawa surat mereka dan dengan lembut “mengantarkan” surat itu kepada satu sama lain sambil tersenyum, lalu kembali membawa surat mereka sendiri.
Doa Sederhana
“Yesus, terima kasih karena Engkau tahu namaku. Terima kasih karena Engkau melihatku dan mengasihiku. Amin.”
Catatan untuk Guru
Tidak perlu menjelaskan masalah-masalah khusus di masing-masing dari tujuh gereja itu (ajaran palsu, iman yang suam-suam kuku, dan sebagainya) — hal-hal rinci itu untuk kelompok yang lebih besar. Untuk usia ini, inti dari semuanya hanyalah: Yesus memperhatikan kita dengan penuh kasih, secara pribadi dan dekat, satu per satu, dengan nama masing-masing.