Wahyu 8–9: Terompet Nyaring, Peringatan Besar

Waktu membaca: 2 menit

Terompet Nyaring, Peringatan Besar

Cerita untuk dibacakan: The Trumpets
Alkitab: Wahyu 8–9

Gambarannya

Yohanes mendengar malaikat-malaikat meniup terompet yang nyaring — seperti bunyi “TARAA!” besar yang membuat semua orang memperhatikan. Mengapa para malaikat meniup terompet? Karena Allah ingin memperingatkan orang-orang sebelum ada hal buruk terjadi, mirip seperti orang dewasa yang mungkin berkata “Awas!” sebelum kamu menabrak sesuatu — karena mereka mengasihimu dan ingin menjagamu tetap aman.

Allah selalu memperingatkan lebih dulu, karena Dia ingin setiap orang, semua orang, kembali kepada-Nya dan dekat dengan-Nya. Sebesar itulah Dia mengasihi manusia — Dia tidak ingin seorang pun kehilangan kesempatan untuk mengenal-Nya.

Kalimat Kita

“Yesus menang, dan Dia mengasihi kita.”

Tanyakan: “Mengapa Allah ingin memperingatkan orang-orang?” (Karena Dia mengasihi mereka dan ingin mereka dekat dengan-Nya!)

Kegiatan

Permainan Peringatan Terompet: Berikan anak-anak terompet mainan (gulungan tabung kertas sangat cocok, atau cukup tangan yang dilengkungkan). Ketika pemimpin berteriak “Terompet!” semua orang mengangkat terompet mainan mereka dan berteriak “Kembalilah kepada Allah, Dia mengasihimu!” Lalu semua orang saling berpelukan atau bertos tangan besar untuk merayakan bahwa Allah ingin kita dekat dengan-Nya.

Pilihan mewarnai: Warnai gambar sederhana sebuah terompet emas dengan gelombang suara yang melengkung keluar darinya.

Doa Sederhana

“Allah, terima kasih karena Engkau memperingatkan kami sebab Engkau mengasihi kami. Tolong aku tetap dekat dengan-Mu. Amin.”

Catatan untuk Guru

Lewati penjelasan tentang apa yang sebenarnya terjadi pada setiap terompet (Wahyu 8–9 memuat gambaran yang jelas dan menakutkan) — untuk usia ini, terompet-terompet itu cukup digambarkan sebagai “peringatan nyaring yang menarik perhatian, yang menunjukkan bahwa Allah mengasihi manusia cukup untuk memperingatkan mereka lebih dulu.” Itulah keseluruhan pelajaran di sini.