Wahyu 10: Gulungan Kitab yang Manis dan Asam
Gulungan Kitab yang Manis dan Asam
Cerita untuk dibacakan: The Small Scroll
Alkitab: Wahyu 10
Gambarannya
Seorang malaikat memberi Yohanes sebuah gulungan kitab kecil dan menyuruhnya memakannya. (Ya, memakannya — itu adalah gulungan kitab yang khusus dan ajaib!) Yohanes berkata rasanya manis di mulutnya, seperti madu. Tapi setelah itu, perutnya terasa asam.
Itu adalah gambaran kecil yang indah tentang bagaimana rasanya mengikut Yesus. Mengikut Yesus adalah hal terbaik yang pernah ada — begitu manis, begitu baik! Dan kadang-kadang, mengikut Yesus juga sedikit sulit, seperti ketika kita harus bersabar, atau tetap baik meski sedang tidak ingin, atau harus berani. Kedua hal itu benar pada saat yang sama, dan itu tidak apa- apa. Yesus tetap bersama kita, baik di bagian yang manis maupun bagian yang lebih sulit.
Kalimat Kita
“Yesus menang, dan Dia mengasihi kita.”
Tanyakan: “Bisakah sesuatu terasa manis dan sedikit sulit pada saat yang sama?” (Ya!)
Kegiatan
Permainan Rasa Manis dan Asam: Jika diizinkan, tawarkan sedikit rasa yang manis (sedikit madu atau biskuit manis) dan sesuatu yang sedikit asam (seiris kecil lemon atau permen asam). Bicarakan bagaimana kedua rasa itu nyata, sama seperti mengikut Yesus terasa manis (bahagia, dicintai) dan kadang butuh usaha lebih — dan keduanya tidak apa-apa.
Pilihan mewarnai: Warnai bentuk gulungan kitab sederhana, setengahnya diwarnai dengan warna “manis” seperti kuning dan setengahnya lagi warna “asam” seperti hijau.
Doa Sederhana
“Yesus, terima kasih karena mengikut-Mu adalah hal terbaik yang pernah ada, bahkan di hari- hari yang sedikit sulit. Amin.”
Catatan untuk Guru
Buat kegiatan ini tetap ringan dan konkret lewat kegiatan mencicipi rasa — tidak perlu menjelaskan apa yang diperintahkan kepada Yohanes untuk dinubuatkan setelahnya. Inti sepenuhnya untuk usia ini hanyalah: mengasihi Yesus itu indah, dan wajar jika kadang terasa seperti usaha, dan itu tidak berarti ada yang salah.