Wahyu 11: Penolong-Penolong yang Berani

Waktu membaca: 2 menit

Penolong-Penolong yang Berani

Cerita untuk dibacakan: The Two Witnesses
Alkitab: Wahyu 11

Gambarannya

Yohanes melihat dua penolong khusus yang diutus Allah untuk memberitahu orang-orang kebenaran tentang diri-Nya. Tidak selalu mudah bagi mereka — beberapa orang tidak mau mendengarkan. Tapi kedua penolong itu tetap berani dan terus mengatakan kebenaran, karena mereka percaya kepada Allah.

Dan coba tebak apa yang terjadi pada penolong-penolong berani yang tetap dekat dengan Yesus? Mereka menang. Menjadi berani untuk Yesus — bahkan ketika terasa sedikit menakutkan, seperti hari pertama masuk kelas baru, atau mengatakan kebenaran ketika itu sulit — selalu, selalu menang pada akhirnya, karena Yesus bersama kita.

Kalimat Kita

“Yesus menang, dan Dia mengasihi kita.”

Tanyakan: “Apa yang terjadi ketika kita berani untuk Yesus?” (Kita menang, karena Yesus bersama kita!)

Kegiatan

Latihan Penolong Berani: Berlatih “pose berani” bersama — berdiri tegak, tangan di pinggang, dagu terangkat, senyum lebar. Bergiliran meminta setiap anak menyebutkan satu hal berani yang bisa mereka lakukan minggu ini (seperti berbagi mainan, meminta maaf, atau bercerita tentang Yesus kepada teman) sambil melakukan pose berani itu. Bersoraklah untuk setiap anak setelah mereka bercerita.

Pilihan mewarnai: Warnai gambar dua penolong yang tersenyum berdiri tegak bersama, berpegangan tangan, tanpa rasa takut.

Doa Sederhana

“Yesus, tolong aku menjadi berani. Terima kasih karena Engkau bersamaku ketika aku merasa takut. Amin.”

Catatan untuk Guru

Lewati bagian tengah cerita tentang apa yang terjadi pada kedua saksi itu (Wahyu 11 memuat bagian mereka disakiti) — untuk usia ini, langsung saja dari “mereka berani dan mengatakan kebenaran” ke “dan pada akhirnya mereka menang, karena Allah membangkitkan mereka kembali dan menghormati mereka.” Pelajarannya sederhana: berani untuk Yesus selalu menang pada akhirnya.