Siapa yang Sebenarnya Berkuasa?

Waktu membaca: 4 menit

Siapa yang Sebenarnya Berkuasa?

Latar Belakang

Cerita untuk dibacakan: Kaisar yang Ingin Menjadi Allah (Latar Belakang)
Alkitab: Wahyu 1:9

1. Sebuah koin di telapak tangan

Bawa sekeping uang logam. Edarkan.

Di zaman Romawi, setiap koin ada wajah kaisar di atasnya, dan di sekelilingnya tertulis kata-kata yang menyebut dia dewa. Uang di sakumu memberitahumu setiap hari siapa yang berkuasa.

2. Kesepakatan itu

Roma menawarkan sesuatu, dan sejujurnya tawaran itu bagus.

Kami beri kalian jalan. Kami beri kalian keamanan. Kami beri kalian roti yang cukup, kapal yang datang tepat waktu, dan malam tanpa tentara mengetuk pintu. Yang kami minta hanya satu: katakan bahwa kaisar adalah yang terbesar.

Kau ucapkan kalimat itu di pasar. Kau angkat cawanmu saat makan malam. Kau taburkan sedikit dupa di api kecil di depan kuil saat lewat — tiga detik — lalu pulang.

Tiga detik. Itu saja.

3. Orang-orang yang menolak

Sebagian orang tidak mau melakukannya.

Mereka pernah mendengar tentang seorang tukang kayu dari daerah kecil di pinggir peta, yang dihukum mati oleh Roma dengan cara Roma yang biasa — dan yang, kata mereka, tidak tinggal mati. Mereka menyebut Dia Raja. Dan mereka berkata: hanya ada tempat untuk satu.

Jadi mereka tidak menaburkan dupa itu.

Dan begini soalnya: itu bukan satu momen keberanian. Itu terjadi setiap hari pasar. Setiap makan malam. Setiap kali tetangga berkata, ayolah, itu tidak berarti apa-apa.

4. Yohanes di Patmos

Ada seorang bernama Yohanes yang juga menolak.

Kita tidak tahu persis apa yang dia katakan. Kita tahu harganya: mereka menaruhnya di kapal dan membawanya ke Patmos — sebongkah batu abu-abu di tengah laut. Panjangnya cuma belasan kilometer. Tidak ada apa-apa selain batu, kambing, dan angin.

Begitulah cara Roma menangani orang yang menolak tapi terlalu tua atau terlalu terkenal untuk dibunuh diam-diam. Kau tidak membunuhnya — itu malah membuat cerita. Kau cukup membawanya ke tempat yang tak terjangkau cerita, lalu membiarkannya berhenti berarti.

Biasanya berhasil.

5. Lalu langit terbuka

Yohanes duduk di batu itu. Menurut ukuran siapa pun di kekaisaran, dia sudah kalah. Tidak ada jemaat. Tidak ada teman. Tidak ada jalan pulang. Tidak ada suara.

Lalu pada suatu hari Minggu biasa, di batu paling sepi di tengah laut, langit terbuka.

Apa yang dia lihat, dia tuliskan, dan entah bagaimana berhasil keluar dari pulau itu — itulah kitab terakhir dalam Alkitabmu.

6. Satu pertanyaan, dua puluh dua kali

Kitab ini punya satu pertanyaan di jantungnya, dan ia menanyakannya dua puluh dua kali, dalam dua puluh dua gambar berbeda.

Siapa yang sebenarnya berkuasa?

Tidak ada yang akan menyuruhmu menaburkan dupa ke api. Tapi pertanyaannya belum ke mana-mana.

Ayat hafalan: „Akulah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa." (Wahyu 1,8)

Lihat sendiri

Dua menit hening. Tidak ada yang harus berbicara.

Bayangkan ruangan tempat surat ini pertama kali dibacakan. Itu rumah seseorang. Hari sudah malam dan lampu-lampu menyala, karena berkumpul di siang hari tidak aman.

Lihatlah wajah-wajah di sekitarmu. Beberapa dari mereka kehilangan pekerjaan karena hal ini. Salah satunya anak seusiamu.

Sekarang gulungan itu dibuka dan baris pertama dibacakan: “Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia yang ada, yang sudah ada, dan yang akan datang.”

Perhatikan bagaimana wajah-wajah itu berubah.

7. Doa

Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkaulah yang sungguh berkuasa, bukan orang yang paling berisik. Tolong kami mengingat itu minggu ini. Amin.

Lampiran: Ide untuk pengajar

Pembuka: Koin. Tanyakan gambar siapa yang ada di uang mereka dan mengapa gambar itu ada di sana.

Ide kerajinan: Buat „koin" dari karton — satu sisi bergambar mahkota kaisar, sisi lain bertuliskan nama Yesus.

Pertanyaan:

  1. Mengapa tiga detik itu terasa begitu kecil, tapi ternyata begitu besar?
  2. Apa yang membuat Yohanes tetap bertahan di pulau kosong?
  3. Siapa yang menurutmu berkuasa atas harimu?

Usulan lagu: Lagu tentang Yesus sebagai Raja; sesuatu yang mudah diikuti.

Catatan persiapan: Ini pelajaran pertama. Tuliskan pertanyaan „Siapa yang sebenarnya berkuasa?" di papan dan biarkan tetap di sana selama enam belas minggu.