Penglihatan Itu

Waktu membaca: 3 menit

Penglihatan Itu

Wahyu 1

Cerita untuk dibacakan: Suara di Pulau Itu (Pasal 1)
Alkitab: Wahyu 1

1. Bagaimana kau membayangkan Yesus?

Minta mereka menggambarkan Yesus dalam tiga kata. Kau biasanya mendapat: baik, lembut, tersenyum.

Simpan itu. Tidak ada yang salah. Tapi Wahyu 1 punya gambar lain.

2. Apa yang Yohanes lihat

Yohanes mendengar suara di belakangnya seperti sangkakala. Dia berbalik — dan yang dilihatnya membuatnya jatuh seperti orang mati.

Rambut putih seperti salju. Mata seperti nyala api. Kaki seperti tembaga membara. Suara seperti desau air bah. Wajah bersinar seperti matahari terik.

Ini bukan Yesus yang menggendong domba. Ini Yesus yang sanggup menghadapi kekaisaran.

3. Tangan itu

Lalu bagian yang penting.

Yesus meletakkan tangan kanan-Nya ke atas Yohanes dan berkata: „Jangan takut."

Tangan yang sama yang memegang tujuh bintang — tangan yang membuat Yohanes pingsan — adalah tangan yang menenangkannya.

Itu seluruh isi kitab ini dalam satu gerakan.

4. Mengapa gambar ini penting

Orang-orang yang membaca surat ini sedang ketakutan. Mereka butuh tahu bahwa Yesus bukan hanya lembut — Dia juga kuat.

Kalau Yesus hanya lembut, ketakutan mereka masuk akal. Kalau Dia juga sekuat ini, ketakutan itu kehilangan alasannya.

5. Di mana Dia berdiri

Perhatikan di mana Yesus muncul: di tengah-tengah tujuh kaki dian. Kaki dian itu adalah tujuh jemaat.

Dia tidak jauh di atas. Dia berjalan di antara mereka.

6. Dan Dia memegang kunci

Yesus berkata: „Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya. Aku memegang kunci maut dan kerajaan maut."

Bagi orang yang sedang diancam mati karena imannya, itu kalimat yang mengubah segalanya.

Ayat hafalan: „Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir." (Wahyu 1,17)

Lihat sendiri

Dua menit hening. Tidak ada yang harus berbicara.

Yohanes berbalik dan melihat Yesus: rambut putih, mata seperti nyala api, suara seperti air terjun, dan wajah yang terlalu terang untuk dipandang.

Pejamkan matamu dan biarkan Dia sebesar itu.

Lalu ingat apa yang terjadi berikutnya. Yohanes jatuh seperti orang mati — dan Yesus mengulurkan tangan, meletakkan tangan kanan-Nya di atasnya dan berkata: “Jangan takut.”

Rasakan tangan itu di bahumu sendiri. Apa yang Dia katakan kepadamu?

7. Doa

Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau kuat dan lembut sekaligus. Terima kasih karena tangan yang sama yang memegang segalanya juga menyentuh kami dan berkata „jangan takut". Amin.

Lampiran: Ide untuk pengajar

Pembuka: Tiga kata tentang Yesus. Tulis di papan sebelum membaca apa pun.

Ide kerajinan: Gambar tujuh kaki dian dengan satu sosok berdiri di tengahnya. Anak-anak menulis nama kelompok mereka di salah satu kaki dian.

Pertanyaan:

  1. Mengapa Yohanes jatuh?
  2. Mengapa Yesus menyentuhnya, bukan sekadar berkata dari jauh?
  3. Bagian mana dari gambar ini yang paling mengejutkanmu?

Usulan lagu: Sesuatu yang agung; lalu sesuatu yang tenang.

Catatan persiapan: Bacakan Wahyu 1,12-18 pelan-pelan dan biarkan hening sejenak sebelum sampai ke „Jangan takut".