Pasukan Allah
Pasukan Allah
Wahyu 7
Cerita untuk dibacakan: Pasukan yang Tidak Bertarung (Pasal 7)
Alkitab: Wahyu 7
1. Pertanyaan yang menggantung
Pasal 6 berakhir dengan pertanyaan: „Siapakah yang dapat bertahan?"
Pasal 7 menjawabnya, dan jawabannya adalah sebuah pasukan.
2. Sensus
Yohanes mendengar jumlahnya: 144.000, dari setiap suku Israel, dihitung rapi seperti pasukan yang siap berperang.
Dalam Alkitab, menghitung orang seperti ini hanya dilakukan untuk satu alasan: mendaftar tentara.
Jadi kita bersiap melihat pasukan.
3. Lalu dia menoleh
Dan seperti di pasal 5, apa yang Yohanes dengar dan apa yang dia lihat berbeda.
Dia menoleh dan melihat kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat dihitung oleh siapa pun, dari segala bangsa, suku, kaum, dan bahasa.
Pasukan yang terdaftar rapi itu ternyata sebuah kerumunan besar yang tidak terhitung — dan mereka berasal dari mana-mana.
4. Senjata mereka
Mereka memakai jubah putih dan memegang daun palem.
Daun palem bukan senjata. Itu dipakai untuk merayakan kemenangan.
Mereka datang ke medan perang membawa tanda kemenangan, bukan pedang. Karena perangnya sudah dimenangkan oleh orang lain.
5. Bagaimana jubah itu menjadi putih
Ada satu kalimat yang aneh dan indah: mereka „telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba."
Darah biasanya membuat noda. Di sini darah membersihkan. Karena kemenangan mereka bukan hasil usaha mereka — itu hasil dari apa yang Yesus lakukan.
6. Meterai di dahi
Sebelum semua itu, mereka dimeteraikan di dahi.
Meterai itu tidak membuat mereka kebal. Ia menandai mereka sebagai milik Allah. Hal-hal buruk tetap mungkin terjadi — tapi tidak ada satu pun yang bisa mengubah kepemilikan itu.
Ayat hafalan: „Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!" (Wahyu 7,10)
Lihat sendiri
Dua menit hening. Tidak ada yang harus berbicara.
Kamu berada di suatu tempat dalam kumpulan besar yang tidak dapat dihitung siapa pun.
Lihat ke kiri dan ke kanan. Siapa yang berdiri di sebelahmu? Dari mana asalnya? Nyanyian itu dalam bahasa apa — dan apakah kamu tetap mengerti?
Lihat jubahmu. Sekarang putih. Seperti apa sebelumnya, sebelum dicuci?
Sekarang angkat wajahmu. Ada seseorang berjalan menembus kerumunan sambil menghapus air mata dari wajah orang-orang. Perhatikan Dia semakin dekat.
7. Doa
Tuhan, terima kasih karena pasukan-Mu berasal dari segala bangsa, dan kami boleh ada di dalamnya. Terima kasih karena kemenangan kami adalah kemenangan Yesus. Amin.
Lampiran: Ide untuk pengajar
Pembuka: Coba hitung sesuatu yang mustahil dihitung — bintang di foto, biji beras dalam mangkuk. Lalu bicarakan kerumunan yang tak terhitung.
Ide kerajinan: Daun palem dari kertas hijau; tulis di atasnya satu kemenangan yang bukan hasil usaha sendiri.
Pertanyaan:
- Mengapa mereka membawa daun palem, bukan pedang?
- Apa artinya bahwa mereka datang dari segala bangsa?
- Apa arti dimeteraikan sebagai milik Allah?
Usulan lagu: Sesuatu yang gembira dan lantang.
Catatan persiapan: Pola „didengar lalu dilihat" sama seperti pasal 5. Kalau kelompokmu ingat singa-dan-Anak-Domba, mereka akan menangkap ini sendiri.