Sangkakala-sangkakala

Waktu membaca: 2 menit

Sangkakala-sangkakala

Wahyu 8–9

Cerita untuk dibacakan: Tujuh Sangkakala Mengguncang Dunia (Pasal 8-9)
Alkitab: Wahyu 8–9

1. Untuk apa terompet dibunyikan?

Tanyakan. Kau akan mendapat: memulai perlombaan, memanggil orang, memberi peringatan.

Peringatan. Itu kuncinya. Terompet dibunyikan supaya orang punya waktu untuk berbuat sesuatu.

2. Setengah jam yang sunyi

Sebelum sangkakala pertama, terjadi sesuatu yang aneh: surga sunyi kira-kira setengah jam.

Surga, yang sejak pasal 4 penuh nyanyian tanpa henti, tiba-tiba diam.

Mengapa? Karena doa-doa umat Allah sedang dibawa ke hadapan takhta. Semuanya berhenti untuk mendengarkan.

Itu layak diucapkan kepada anak-anak apa adanya: doamu membuat surga terdiam.

3. Sepertiga

Lalu sangkakala berbunyi, dan sesuatu terjadi pada bumi, laut, sungai, matahari.

Perhatikan satu kata yang muncul berulang: sepertiga. Sepertiga, bukan semuanya.

Ini bukan akhir. Ini peringatan yang sengaja dibatasi, supaya masih ada waktu.

4. Peringatan untuk siapa?

Peringatan selalu ditujukan kepada orang yang masih bisa berubah.

Kau tidak memperingatkan orang yang sudah tidak bisa apa-apa. Kau memperingatkan orang yang masih punya pilihan.

Jadi seluruh rangkaian sangkakala ini, meski menakutkan, sebenarnya adalah tindakan kebaikan.

5. Bagian yang menyedihkan

Dan di akhir pasal 9 ada kalimat yang menyedihkan: sisa umat manusia tidak bertobat.

Mereka mendengar. Mereka melihat. Mereka tidak berubah.

Bukan karena tidak bisa. Karena tidak mau.

6. Jadi apa yang kita lakukan?

Pertanyaan pelajaran ini sederhana: kalau Tuhan sedang menunjukkan sesuatu kepadamu minggu ini, apakah kau akan mendengarkan?

Peringatan hanya berguna kalau didengar.

Ayat hafalan: „Asap kemenyan bersama-sama dengan doa orang-orang kudus itu naik ke hadapan Allah." (Wahyu 8,4)

Lihat sendiri

Dua menit hening. Tidak ada yang harus berbicara.

Sebelum satu sangkakala pun berbunyi, seorang malaikat mengambil cawan emas penuh doa umat Allah dan menuangkannya ke dalam api, lalu asapnya naik.

Pikirkan satu hal yang benar-benar kamu doakan minggu ini. Yang sungguhan.

Sekarang perhatikan doa itu masuk ke dalam cawan tersebut. Perhatikan asap membawanya naik. Bagaimana baunya?

Dari sanalah sangkakala-sangkakala itu datang. Doamu ada di dalamnya.

7. Doa

Tuhan, terima kasih karena Engkau memperingatkan sebelum menghukum, dan karena Engkau membatasi diri supaya kami punya waktu. Buat hati kami lembut, supaya kami mendengar. Amin.

Lampiran: Ide untuk pengajar

Pembuka: Bunyikan sesuatu yang nyaring. Tanyakan untuk apa terompet dibunyikan.

Ide kerajinan: Terompet dari kertas gulung; di dalamnya anak-anak menulis satu doa. Kaitkan dengan bagian 2.

Pertanyaan:

  1. Mengapa surga terdiam?
  2. Mengapa penting bahwa hanya „sepertiga" yang terkena?
  3. Apa bedanya tidak bisa berubah dan tidak mau berubah?

Usulan lagu: Sesuatu tentang doa.

Catatan persiapan: Bagian 2 adalah bagian yang paling diingat anak-anak. Beri waktu untuk itu dan jangan berlama-lama pada belalang di pasal 9.