Gulungan Kecil

Waktu membaca: 3 menit

Gulungan Kecil

Wahyu 10

Cerita untuk dibacakan: Gulungan yang Rasanya Seperti Madu — dan Masalah (Pasal 10)
Alkitab: Wahyu 10

1. Manis lalu pahit

Kalau memungkinkan, bawa sesuatu yang manis di awal dan pahit di akhir — permen jahe, atau cokelat hitam pekat.

Pasal 10 tentang sesuatu yang rasanya manis di mulut dan pahit di perut.

2. Malaikat yang sangat besar

Seorang malaikat perkasa turun, berselubung awan, dengan pelangi di atas kepalanya, wajahnya seperti matahari, kakinya seperti tiang api. Satu kaki di laut, satu kaki di darat.

Dia begitu besar sampai tidak muat di satu tempat.

3. Yang tidak boleh ditulis

Tujuh guruh berbicara, dan Yohanes hendak menuliskannya — lalu sebuah suara berkata: jangan tulis itu. Meteraikan.

Ini satu-satunya tempat dalam kitab ini di mana Yohanes disuruh tidak menuliskan sesuatu.

Katakan itu terus terang: ada hal-hal yang Tuhan tahu dan kita tidak. Dan itu tidak apa-apa. Kita tidak perlu tahu segalanya untuk mempercayai Dia.

4. Tidak akan ada penundaan lagi

Malaikat itu bersumpah bahwa tidak akan ada penundaan lagi — rahasia Allah akan genap.

Bagi orang yang sudah lama bertanya „berapa lama lagi" di pasal 6, itu kabar besar.

5. Makan gulungan itu

Lalu Yohanes disuruh memakan gulungan kecil itu.

Bukan membacanya. Memakannya. Karena firman Allah bukan sekadar informasi yang kau lewati — ia harus masuk ke dalam dirimu dan menjadi bagian darimu.

6. Mengapa manis dan pahit

Rasanya manis di mulut karena kabar dari Allah memang manis: Yesus menang, semuanya akan diperbaiki, ada rumah di akhir.

Dan pahit di perut karena membawanya berarti ikut merasakan kesedihan dunia yang belum diperbaiki, dan kadang orang tidak mau mendengar.

Kedua rasa itu benar. Kalau imanmu hanya manis, kau belum menelannya.

7. Dan lalu?

Yohanes diberi tugas: „Engkau harus bernubuat lagi kepada banyak bangsa."

Setelah menelan, kau berbicara.

Ayat hafalan: „Di dalam mulutku ia manis seperti madu." (Wahyu 10,10)

Lihat sendiri

Dua menit hening. Tidak ada yang harus berbicara.

Malaikat itu mengulurkan gulungan kecil itu dan berkata: makanlah.

Ambil. Bagaimana rasanya di tanganmu — berat, ringan, hangat?

Masukkan ke mulutmu. Manis, seperti madu. Tinggallah sejenak pada bagian yang manis: apa kabar baik di dalamnya?

Lalu rasanya berubah. Di bagian mana dalam dirimu kamu merasakannya? Apa bagian yang berat dari mengetahui apa yang sekarang kamu ketahui?

8. Doa

Tuhan, terima kasih karena firman-Mu manis. Tolong kami tidak lari dari bagian yang pahit. Dan tolong kami menceritakannya kepada orang lain. Amin.

Lampiran: Ide untuk pengajar

Pembuka: Rasa manis lalu pahit — periksa alergi lebih dulu.

Ide kerajinan: Gulungan kecil dari kertas; di satu sisi tulis kabar baik, di sisi lain hal sulit yang menyertainya.

Pertanyaan:

  1. Mengapa Yohanes tidak boleh menuliskan tujuh guruh?
  2. Apa bedanya membaca firman dan „memakan"-nya?
  3. Bagian mana dari mengikut Yesus yang manis? Bagian mana yang pahit?

Usulan lagu: Sesuatu tentang firman Tuhan.

Catatan persiapan: Bagian 3 sangat berguna untuk anak yang suka bertanya hal yang tak terjawab. „Tuhan tahu, kita tidak, dan itu tidak apa-apa" adalah kalimat yang menenangkan.