Dua Panen
Dua Panen
Wahyu 14
Cerita untuk dibacakan: Dua Tuaian (Pasal 14)
Alkitab: Wahyu 14
1. Memilah
Bawa semangkuk benda campur — kancing dan koin, dua jenis kacang — dan minta kelompok memilahnya cepat-cepat.
Memilah bukan kekejaman. Itu hanya menetapkan apa itu apa. Pasal 14 adalah pasal pemilahan.
2. Kembali ke pasukan Allah
Setelah pasal 13 yang berat, pasal 14 dimulai dengan kelegaan: Anak Domba berdiri di Bukit Sion, dan 144.000 bersama Dia — pasukan yang sama dari pasal 7.
Dan mereka menyanyi. Sebuah nyanyian baru yang hanya bisa dipelajari oleh mereka.
3. Senjata rahasia mereka
Tanyakan menurut kelompok apa senjata rahasianya. Tebakan biasanya soal kekuatan atau kecerdikan.
Bukan keduanya. Senjatanya adalah bahwa mereka tetap setia. Mereka terus mempercayai Yesus dan tidak pernah berpura-pura tidak mengenal Dia.
Itu saja. Itulah seluruh senjatanya. Dan senjata itu tersedia bagi setiap orang di ruangan ini — justru itulah maksudnya.
4. Tiga malaikat
Lalu tiga malaikat terbang lewat dengan tiga pengumuman:
- yang pertama membawa kabar baik untuk setiap bangsa — tawarannya masih berlaku, untuk semua
- yang kedua berkata: Babel sudah jatuh — kota tiruan yang besar itu tamat
- yang ketiga memberi peringatan serius agar jangan mengikuti binatang itu
Perhatikan urutannya. Kabar baik datang lebih dulu. Peringatannya sungguh-sungguh, tapi undangannya yang memimpin.
5. Dua panen
Lalu tibalah panen, dan panennya ada dua bagian — itulah inti pasal ini.
Yang pertama adalah pengumpulan. Orang-orang dibawa pulang kepada Yesus — sebagian mungkin karena melihat seseorang seperti kamu tetap setia ketika keadaan tidak enak.
Yang kedua adalah pemerasan anggur. Mereka yang tidak mau berurusan dengan darah Yesus yang tercurah mendapati bahwa tidak ada akhir lain yang mungkin.
Katakan dengan jelas dan tanpa dinikmati: itulah bagian yang sedih, dan Wahyu pun tidak menikmatinya.
6. Mengapa dua?
Karena iman adalah pilihan yang sungguhan, dan pilihan sungguhan punya akibat sungguhan. Kalau tidak ada apa pun yang bergantung padanya, itu bukan pilihan — itu permainan.
Empat belas pasal lamanya Allah mengundang, memperingatkan, memeteraikan, melindungi, dan memberitakan kabar baik kepada setiap bangsa di bumi. Tidak ada yang sampai ke pemerasan anggur karena tidak sengaja.
Ayat hafalan: „Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus." (Wahyu 14,12)
Lihat sendiri
Dua menit hening. Tidak ada yang harus berbicara.
Ada sebuah nyanyian di sini yang hanya bisa dipelajari oleh satu kelompok, dan mereka bisa mempelajarinya karena apa yang telah mereka lalui bersama Yesus.
Dengarkanlah. Menurutmu tentang apa nyanyian itu? Keras atau lembut? Cepat atau lambat?
Sekarang lihat dua ladang yang menunggu dituai. Di ladang mana kamu berdiri?
Siapa yang berdiri bersamamu — dan adakah orang yang ingin kamu ajak menyeberang?
7. Doa
Tuhan Yesus, terima kasih karena setia sudah cukup — kami tidak harus pintar atau kuat. Terima kasih karena kabar baik lebih dulu diberitakan kepada semua. Tolong kami menjadi teladan yang membuat orang lain ikut terkumpul. Amin.
Lampiran: Ide untuk pengajar
Pembuka: Mangkuk pemilahan. Buat singkat dan sederhana.
Ide kerajinan: Seikat gandum dari kertas. Setiap anak menulis di satu batang nama orang yang ingin mereka lihat ikut terkumpul — dan membawanya pulang untuk didoakan.
Pertanyaan:
- Mengapa satu-satunya senjata yang disebut adalah kesetiaan?
- Mengapa kabar baik diumumkan sebelum peringatan?
- Siapa yang mungkin sedang memperhatikanmu dan belajar sesuatu?
Usulan lagu: Lagu tentang kesetiaan; sesuatu yang gembira, karena pasal ini dibuka dengan nyanyian.
Catatan persiapan: Gambar pemerasan anggur itu kuat. Bacakan bagian 5 dengan nada tenang, jangan didramatisasi, dan segera lanjut ke bagian 6 — di situlah maknanya.