Penglihatan Itu (Pasal 1)

Waktu membaca: 2 menit

Pasal 1.

Kitab Wahyu dibuka dengan memberitahukan kepada kita jenis kitab apa ini sebenarnya: sebuah pesan mendesak dari Yesus, yang disampaikan melalui Yohanes, yang dimaksudkan untuk ditaati sekarang - bukan teka-teki yang disimpan untuk dipecahkan oleh generasi mendatang. “Waktunya sudah dekat” dikatakan dua kali, di bagian paling awal dan paling akhir kitab ini. Kerangka ini penting bagi segala sesuatu yang menyusul.

Kemudian datanglah penglihatan itu sendiri: Yohanes, yang dibuang ke Patmos karena menolak tunduk kepada siapa pun selain Yesus, melihat Kristus yang bangkit berdiri di tengah-tengah tujuh kaki dian emas, memegang tujuh bintang, dengan mata bagaikan nyala api dan suara bagaikan desau air bah. Yohanes tersungkur seperti orang mati - dan kata-kata pertama Yesus adalah “Jangan takut.” Dialah yang telah mati dan hidup selama-lamanya, yang memegang kunci maut itu sendiri.

Kaki-kaki dian dan bintang-bintang itu kemudian dijelaskan secara langsung: mereka adalah ketujuh jemaat beserta “malaikat-malaikat” (utusan-utusan) mereka - artinya penglihatan ini sesungguhnya berbicara tentang jati diri dan panggilan gereja itu sendiri. Gambarannya sederhana dan mengulang satu gagasan yang sama dua kali: gereja dimaksudkan untuk memancarkan terang ke dalam dunia yang gelap, seperti sebuah kaki dian - tetapi hanya dengan tetap menyala dari sumber di luar dirinya, sebagaimana kaki dian membutuhkan minyak dan bintang-bintang hanya bersinar karena dipegang pada tempatnya. Ketergantungan, bukan kemandirian, itulah intinya.

Segala sesuatu yang Yesus katakan kepada ketujuh jemaat dalam dua pasal berikutnya akan mengukur mereka dengan penglihatan yang satu ini: apakah mereka sungguh-sungguh menjadi terang seperti ini, dalam ketergantungan seperti ini?

Gambaran penting

  • Alfa dan Omega - huruf pertama dan terakhir abjad Yunani: Yesus adalah awal dan akhir kisah ini, dan Ia tidak berubah.

Baca penjelasan yang lebih lengkap →