Adaptasi Pentakosta / Karismatik: Wahyu Hari Ini

Selamat Datang, Sahabat dalam Tradisi Pentakosta dan Karismatik

Wahyu adalah kitab tentang Roh yang dicurahkan, penyembahan yang tidak pernah berhenti, dan sebuah jemaat yang sedang belajar membedakan apa yang berasal dari Allah dan apa yang hanya tampak seperti itu. Itu bukan wilayah yang asing bagi orang percaya Pentakosta dan Karismatik — dalam banyak hal, inilah kitabmu. Seri ini mengadaptasi materi “Wahyu Hari Ini” yang lebih luas untuk konteksmu, menanggapi pertanyaan-pertanyaanmu tentang akhir zaman dengan serius, bukan memperlakukannya sebagai masalah yang perlu dikelola.

Di mana kitab ini terasa seperti rumah sendiri

Tiga hal langsung menonjol. Pertama, Wahyu 4–5 adalah sebuah adegan penyembahan penuh Roh yang tidak terputus — makhluk-makhluk hidup, tua-tua, malaikat-malaikat, dan orang-orang tebusan dari setiap bangsa berseru “Kudus, kudus, kudus” tanpa henti, tersungkur di hadapan takhta, melemparkan mahkota mereka. Itu bukan liturgi formal yang dilakukan dengan jarak. Itu justru persis jenis penyembahan yang penuh semangat, tidak terkekang, dan tak berkesudahan yang sudah dipraktikkan dan dijunjung tinggi oleh jemaat-jemaatmu, dan Kitab Wahyu menempatkannya tepat di pusat kitab — segala sesuatu yang mengikutinya, setiap meterai, sangkakala, dan cawan, mengalir keluar dari ruang takhta itu. Kedua, kamu sudah memiliki kosakata yang kaya dan terlatih untuk membedakan roh — untuk bertanya apakah sebuah tanda, suara, atau manifestasi berasal dari Allah atau dari sesuatu yang palsu. Kitab Wahyu justru membutuhkan naluri itu. Tokoh-tokoh jahatnya bukan hanya penuh kekerasan; mereka adalah para peniru, seekor naga dan dua binatang yang mementaskan sebuah trinitas palsu yang meniru kuasa Allah, kebangkitan Allah, dan penyembahan kepada Allah, poin demi poin. Membaca Kitab Wahyu dengan baik berarti menggunakan kepekaan yang sama yang sudah kamu praktikkan setiap minggu. Ketiga, kamu membawa sebuah pengharapan yang dirasakan dan penuh penantian bahwa Yesus akan datang kembali dan bahwa itu penting secara mendesak bagi cara kita hidup sekarang — dan penantian itu justru sikap yang diminta Kitab Wahyu dari para pembacanya, “waktunya sudah dekat,” waspada dan siap sedia.

Di mana kita akan berpikir bersama

Ada satu hal yang membutuhkan perhatian sungguh-sungguh, dan kami ingin menyebutkannya secara jujur alih-alih melewatinya begitu saja. Banyak orang percaya Pentakosta dan Karismatik dibesarkan dengan seperangkat harapan akhir zaman tertentu yang diserap dari budaya populer Kristen yang lebih luas — sebuah pengangkatan sebelum kesengsaraan, sebuah kesengsaraan tujuh tahun, sebuah bait suci yang dibangun kembali, garis waktu yang dikaitkan dengan peristiwa-peristiwa terkini. Sistem itu, yang biasa disebut dispensasionalisme, tergolong relatif muda (asal-usulnya dapat ditelusuri ke abad ke-19) dan memiliki banyak sekali yang tidak sepakat dengannya, tetapi sistem itu juga sangat akrab dan, bagi banyak orang, penting secara pastoral — terkait dengan pengharapan yang nyata tentang seorang Tuhan yang menepati janji-janji-Nya. Seri ini menawarkan sebuah pembacaan yang berbeda, satu yang berakar erat pada teks dan latar abad pertamanya, tanpa berpura-pura bahwa pertanyaan ini sepele atau bahwa kerangka pemikiranmu sebelumnya itu bodoh. Tiga sesi khususnya — tentang Kesengsaraan Besar, Kerajaan Seribu Tahun, dan sesi penutup tentang pengangkatan (rapture) dan teologi “Left Behind” — membahas hal ini secara langsung, cukup awal untuk menjadi penting dan cukup mendalam untuk layak ditanggapi dengan serius. Kami hanya meminta agar kamu membaca teksnya bersama kami dan menimbang argumennya menurut bobotnya sendiri; orang-orang Kristen yang berpikir mendalam mendarat di tempat yang berbeda-beda di sini, dan seri ini akan memberitahumu mengapa ia mendarat di tempat ia mendarat, bukan sekadar menegaskannya begitu saja.

Apa yang ada di dalamnya

Dua belas topik, masing-masing dengan sesi dewasa yang lengkap dan sesi anak-anak yang sepadan, diambil dari materi sumber yang sama yang digunakan di seluruh proyek “Wahyu Hari Ini”. Gunakan secara berurutan — sesi-sesi awal tentang genre dan penyembahan meletakkan dasar yang menjadi sandaran sesi-sesi berikutnya yang lebih sensitif — atau ambil sesi-sesi tertentu sesuai kebutuhan untuk sebuah kelas, kelompok kecil, atau seri khotbah.

detail

Pengantar dan Latar BelakangPenyembahan, Meterai, dan Sangkakala (Wahyu 4–11)Konflik Besar (Wahyu 12–19)Akhir dan Refleksi (Wahyu 20–22)
Terakhir diperbarui pada