Wahyu Hari Ini: Sebuah Pengantar bagi Para Pencari

Selamat Datang

Jika Anda mengambil ini karena rasa penasaran, atau seorang teman mengajak Anda, atau Anda selalu bertanya-tanya apa sebenarnya isi kitab terakhir Alkitab yang aneh itu, dengan naga-naga dan angka 666 — selamat datang. Anda tidak perlu tahu apa pun tentang Alkitab untuk memulai di sini. Anda juga tidak perlu sudah percaya apa pun. Yang Anda butuhkan hanyalah kesediaan untuk melihat teks aslinya dengan mata yang segar.

Berikut pengakuan jujur di awal: Kitab Wahyu punya reputasi yang menakutkan, dan itu sebagian memang pantas didapatnya. Kitab ini pernah dipakai untuk menjual kalender kiamat, menjadi bahan film-film murahan, dan menakut-nakuti orang supaya mau ke gereja. Jika bayangan Anda tentang Wahyu adalah “ramalan menyeramkan tentang akhir dunia,” Anda tidak sepenuhnya salah — memang begitulah kitab ini sering “dipasarkan.” Salah satu tujuan dari delapan sesi ini adalah menunjukkan sesuatu yang berbeda: apa yang sebenarnya dikatakan kitab ini, dalam konteks aslinya di abad pertama, kepada orang-orang yang benar-benar bergumul.

Sebab itulah sesungguhnya Wahyu. Ini adalah sebuah surat, ditulis oleh seorang bernama Yohanes kepada tujuh jemaat sungguhan di tujuh kota sungguhan, pada masa ketika mengikut Yesus bisa membuat Anda kehilangan usaha, nama baik, kebebasan, bahkan nyawa. Ini bukan pertama-tama teka-teki yang harus dipecahkan atau hitung mundur menuju bencana masa depan. Ini adalah pesan bagi orang-orang biasa yang patah semangat dan tertekan, mengingatkan mereka siapa yang sebenarnya memegang kendali atas dunia ini, dan mengapa itu adalah kabar baik.

Selama delapan sesi ini, kita akan menelusuri beberapa gagasan terbesar dan terpenting dari kitab ini: kitab macam apa sebenarnya ini, dunia tempat kitab ini ditulis, mengapa penyembahan (bukan bencana) menjadi pusatnya, jemaat-jemaat sungguhan yang menjadi tujuan surat ini, siapa sebenarnya “tokoh jahat” dalam kisah ini, mengapa 666 bukan kode yang harus Anda pecahkan, dan bagaimana seluruh kisah ini berakhir — yang, bocoran sedikit, adalah kabar baik. Kita akan mengakhirinya dengan satu pertanyaan sederhana: lalu, apa selanjutnya?

Anda tidak harus menerima semua hal di sini hari ini. Anda boleh tidak setuju, mengajukan pertanyaan sulit, dan duduk bersama keraguan Anda. Yang kami minta hanyalah agar Anda memberi kesempatan yang adil bagi kitab yang sering disalahpahami ini, sebelum memutuskan apa yang Anda pikirkan tentangnya. Banyak orang yang telah melakukan itu menemukan sesuatu yang tidak mereka duga: bukan ketakutan, melainkan harapan.

Mari kita mulai.

detail

Pengantar dan Latar BelakangKetujuh Jemaat (Wahyu 2–3)Penyembahan, Meterai, dan Sangkakala (Wahyu 4–11)Konflik Besar (Wahyu 12–19)Akhir dan Refleksi (Wahyu 20–22)
Terakhir diperbarui pada