Apakah bilangan-bilangan dalam kitab Wahyu (7, 12, 1000...) punya arti?
Waktu membaca: 1 minute
Bilangan muncul terus-menerus dalam kitab ini - tujuh jemaat, tujuh meterai, dua belas suku, dua belas rasul, seribu tahun, 144.000, 666 - terlalu sering untuk sekadar kebetulan.
Alih-alih berfungsi sebagai kode yang harus dipecahkan atau hitungan harfiah dalam setiap kasus, bilangan-bilangan ini tampaknya bekerja lebih seperti kosakata bersama bagi para pembaca pertama Yohanes, yang begitu akrab dengan Perjanjian Lama: tujuh untuk kegenapan (hari-hari penciptaan), empat untuk seluruh bumi (keempat penjuru/anginnya), dua belas untuk umat perjanjian Allah (suku-suku, para rasul), dan kelipatan atau kekurangan tipis dari bilangan-bilangan ini (144.000 sebagai 12x12x1000; 666 sebagai kurang satu dari tujuh rangkap tiga) membawa makna melalui pola itu, bukan melalui hitung-hitungan semata. Belajar membaca bahasa bilangan ini tidak memerlukan pelatihan khusus - intinya adalah memperhatikan ketika suatu bilangan terus berulang dan bertanya kegenapan, keseluruhan, atau identitas perjanjian apa yang mungkin sedang ditunjuknya, alih-alih hanya bertanya “jumlah persisnya berapa yang dimaksud.”