Apakah Yerusalem Baru itu kota sungguhan atau sebuah lambang?
Waktu membaca: 1 minute
Gambaran dalam Wahyu 21-22 begitu hidup dan terperinci - ukuran-ukuran, pintu-pintu gerbang, dasar-dasar dari permata - sehingga sebagian pembaca membayangkan kota fisik yang sungguhan yang suatu hari akan turun, sementara yang lain membaca seluruh adegan itu sebagai lambang murni bagi hidup kekal bersama Allah.
Ada satu detail yang patut diketahui, apa pun pandanganmu: bentuk kota itu - kubus sempurna - adalah bentuk yang persis sama dengan Ruang Mahakudus dalam Bait Suci Perjanjian Lama, satu-satunya ruangan yang hanya boleh dimasuki imam besar, setahun sekali. Apa pun lagi maknanya, Yerusalem Baru digambarkan dengan bahasa Bait Suci: itu berarti keterpisahan yang dulu menjaga orang biasa pada jarak yang hati-hati dari hadirat Allah sudah berakhir, untuk selamanya, bagi setiap orang yang menjadi milik-Nya. Tempat sungguhan atau lambang yang hidup (atau keduanya), hal yang paling ditekankan teks ini adalah bahwa akses, bukan pengucilan, yang menjadi kata terakhir.